Umroh Backpacker 2015 Part 2 – Persiapan Umroh

This entry is part 3 of 7 in the series Umroh Backpacker

Lanjutan dari Part 1

Langsung gw telpon Call Center AirAsia di nomor +62 21 2927 0999 atau +62 804 1333 333 . Call Center AirAsia buka mulai pk 06:00 s.d 20:00. Diujung telpon gw disambut suara mba-mbak yang sepertinya sudah capekbanget dan perlu istirahat.

“Selamat Malam, Call Center AirAsia, ada yang bisa dibantu ? ” tanya suara mba-mbanya sedikit jutek. Mendengar suaranya yang sepertinya sudah lelah, gw langsung to the point. Gw ceritakan bahwa status bookingan gw tiba-tiba berubah jadi “Need Payment”. Lalu jawab si Mbaknya,

“Betul Pak, status pembayarannya pending, Bapak harus melunasi pembayaran atau batal berangkat”. Saat itu gw bagai disambar petir. Si Mbak lanjut menjelaskan bahwa gw kemungkinan pernah mengedit tanggal berangkat namun tidak menyelesaikan pembayaran. Dan dengan kecewa gw mengiyakan, karena percuma gw berdebat, si Mbaknya hanya ngikutin SOP, dan menurut SOP gw harus melunasi atau tiket hangus. Jumlah yang harus gw bayar adalah Rp2.240.000, harga yang gw bayar karena gak sabaran!

Tapi saat itu euforia kegembiraan gw lebih besar ketimbang kekecewaan atas AirAsia, sehingga gw dengan cepat mengikhlaskan dan move on ke langkah gw berikutnya seperti yang disarankan Gan Faisal, yaitu cari tiket pulang, bookingan hotel dan suntik meningitis.

Hasil rembukan bersama jamaah Bogor, disepakati bahwa pulangnya kita naik Srilankan Air 3 April 2015 pk 20:00. Sementara untuk hotel, gw dapet di booking.com  dengan harga yang jauh lebih murah di banding Jamaah Bogor,maklum karena mereka membeli paket LA lengkap mulai hotel, makan, city tour + transport ke Gan Faisal, sementara gw hanya beli visanya saja. Jamaah Bogor nginap di Dalah Toibah, Madinah. Hotel ini cukup bagus dan jaraknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Keluar hotel langsung disuguhi pemandangan Masjid Nawabi dengan payung-payung raksasanya yang megah. Sementara gwmenginap di hotel sekelas melati, sebrang jalan raya. Agak jauh memang, ada harga ada rupa lah ya.

Setelah semua persyaratan lengkap, gw langsung datang ke tempatnya Gan Faisal di deket Kota Kasablanka. Gan Faisal tinggal di kamar kos-kosan di lantai 2. Kosanya bersih dan nampaknya masih dalam proses pembangunan. Awalnya gw pikir dia sewa kosan disini, namun ternyata gw salah! Di luar dugaan, ternyata Gan Fisal  bukan penyewa, tapi si pemilik kos-kosan. ماشاءالله

Kesan pertama ketemu Gan Faisal, ternyata orangnya sederhana, baik, sabar menanggapi semua pertanyaan-pertanyaan gw. Dia juga ngasih gw saran untuk jangan booking hotel terlalu jauh dari Masjid, karena nanti repot sendiri. Gw setuju dengan Gan Faisal, karena dia lebih punya pengalaman dan tahu medan ketimbang gw yang modal browsing doang. Jadilah gw cancel bookingan hotel di booking.com. Enaknya booking.com adalah kita gak dikenai charge kalau batalin bookingan, lain cerita kalau AirAsia.

Setelah beres dengan dokumen-dokumen persyaratan, gw pamitan. Selanjutnya gw tinggal bersabar nunggu pengajuan visa umroh beres dan berdoa dilancarkan kepada Allah SWT.

Selang 2 minggu, tepatnya pertengahan bulan April, gw dihubungin Gan Faisal, kabar gembira, visa gw approved! Gw bersyukur الحمد لله Visa adalah tantangan terbesar para umroh backpacker, dan gw berhasil melaluinya. hehe

Setelah passport ada di tangan dengan sticker visa umroh atas nama gw tertempel di dalamnya, gw langsung telpon orang rumah, ngabarin kalau anaknya yang nomor dua ini jadi yang pertama di keluarga yang pergi umroh. Emaaak… anakmu jadi pergi umroh..

Di ujung telpon nyokap berkali-kali mengucap syukur, sampai nangis. Aduh mak.. kok nangis! Dalam hati, mungkin nyokap bangga anaknya bisa pergi umroh, atau mungkin juga prihatin  takut anaknya hilang di Arab. Nyokap lalu nyuruh gw pulang untuk syukuran. Sebenernya gw gak setuju, kok kayak mau pergi haji aja pake syukuran. Cuman nyokap bersikeras, sampai konsultasi sama ustad di kampung. Sebagai anak yang penurut (seringnya bandel), berangkatlah gw dari Jakarta menuju  kampung halaman.

Perjalanan Jakarta – Ciamis memakan waktu 6-7 jam , via Tol Cipularang sambung rute jalur selatan melewati Garut, Tasik dan Ciamis.  Sampai di Ciamis gw langsung bantu-bantu nyokap nyiapain keperluan syukuran, mulai dari beli bingkisan buat tamu, anter nyokap anter-anter barang dll. Inti dari syukuran adalah, supaya perjalanan gw lancar, dimudahkan selama di sana, dan kembali dengan selamat.

Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. 25 Maret 2015 pk 04:00 gw sudah stand by di Terminal 3 Soekarno – Hatta dianter Bokap. Rombongan dari Bogor ternyata udah sampai duluan. Total yang ikut  44 orang, ada tambahan tiga orang yang gabung dengan rombongan. Tepat pukul 06:25, panggilan boarding terdengar. Kita langsung bergegas turun menuju landasan dan masuk ke bis transfer menuju pesawat yang akan membawa kita semua terbang menembus langit pagi Jakarta menuju Jeddah, Arab Saudi.

Waiting Lounge, Terminal 3, Soetta

 Bersambung ke Part 3

Series Navigation<< Umroh Backpacker 2015 Part 1 – Panggilan UmrohUmroh Backpacker 2015 Part 3 – Sembilan Jam di Udara >>
Share

You may also like...